Hujan yang dinanti masyarakat akhirnya turun dibeberapa wilayah Kota Sampit, Minggu (27/9/2026).
SAMPIT, Kabarkalteng.net – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dilanda kemarau panjang dan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, kabut asap tebal menyelimuti Kota Sampit dan sekitarnya, sehingga mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Sekitar selama 3 bulan, warga Kotim sangat menantikan turunnya hujan. Langit yang terus diselimuti asap membuat udara tidak sehat dan jarak pandang terbatas. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Sebagai bentuk ikhtiar, masyarakat Kotim bersama unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan tokoh agama menggelar Shalat Istisqa atau shalat minta hujan di sejumlah masjid dan lapangan terbuka di Sampit pada bulan lalu.
Shalat sunah untuk memohon hujan tersebut dilaksanakan dengan khusyuk. Warga berharap kemarau panjang segera berakhir dan bencana karhutla yang menjadi sumber asap dapat segera padam.
Doa masyarakat akhirnya dikabulkan. Keberkahan menyelimuti Kota Sampit setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kotawaringin Timur, pada Minggu 27 September 2026.
Turunnya hujan tersebut membawa rasa syukur dan kebahagiaan bagi warga. Salah seorang warga, Aji (33), seorang pekerja swasta di Sampit, mengaku sangat bersyukur atas turunnya hujan yang telah lama dinanti.
“Alhamdulillah akhirnya hujan juga. Sudah beberapa minggu ini asap tebal terus, napas terasa terganggu dan mata pun kurang enak. Kami sangat bersyukur, ini rezeki dan keberkahan untuk warga Sampit. Semoga karhutla cepat padam semua,” ujar Aji dengan rasa haru.
Warga berharap hujan yang turun dapat berlangsung secara merata dan membantu tim di lapangan dalam upaya pemadaman sisa-sisa titik api karhutla yang masih ada di wilayah Kotawaringin Timur.
(Fauji)





