Home / Daerah / Kalteng / Karhutla / Kebakaran / Pemerintahan / Peristiwa / TNI - Polri

Kamis, 24 September 2026 - 01:11 WIB

Menteri Kehutanan RI bersama BNPB Gelar Rakor Penanganan Karhutla Operasi Darat dan Udara di Kapuas

Rakor tersebut dilakukan merupakan perhatian serius dalam menanggapi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi diwilayah Kapuas, Kalteng.

KAPUAS, Kabarkalteng.net – Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, didampingi Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, dalam menggelar rapat koordinasi (Rakor) penguatan operasi darat dan udara penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kapuas, Selasa (22/9/2026).

Rakor yang digelar di Posko Penanganan Karhutla Kabupaten Kapuas tersebut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Kapuas, serta pimpinan Satgas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni dan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan.

Dalam arahannya, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menekankan pentingnya penguatan operasi darat sebagai ujung tombak pemadaman Karhutla, khususnya di lahan gambut yang masih menyimpan bara api di bawah permukaan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan bahwa BNPB siap mendukung penuh kebutuhan operasional Satgas darat, mulai dari logistik, peralatan pemadaman, hingga dukungan anggaran agar proses pemadaman dan pembasahan dapat berjalan maksimal selama 24 jam.

Selain penguatan operasi darat, pemerintah pusat juga memastikan dukungan operasi udara melalui pengerahan pesawat dan helikopter water bombing untuk pemadaman dari udara di titik-titik api yang sulit dijangkau Satgas darat.

Tak hanya itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga akan dioptimalkan untuk memancing turunnya hujan di wilayah Kalimantan Tengah sebagai upaya mempercepat pembasahan lahan gambut.

Ditempat yang sama, Kapolda Kalteng menegaskan bahwa Polda Kalteng siap mendukung penuh kolaborasi operasi darat dan udara tersebut.

“Operasi darat dan udara harus berjalan beriringan. Kami dari Polda Kalteng telah membagi personel dalam sistem shift untuk pemadaman dan pembasahan mendalam (cooling down), sementara dari udara kita dukung dengan water bombing dan OMC agar penanganan lebih efektif,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menambahkan, patroli gabungan dan penegakan hukum akan terus diperkuat untuk mencegah munculnya titik api baru dan memberikan efek jera bagi pelaku pembakaran lahan.

“Melalui Rakor ini, diharapkan sinergitas seluruh Satgas semakin solid, sehingga penanganan Karhutla di Kabupaten Kapuas dan wilayah Kalimantan Tengah secara umum dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terkendali,” pungkasnya. (Fauji/R)

Ditulis oleh Editor Redaksi

Kabar Kalteng : Berita Terpercaya dan Akurat.

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Prabowo: Investigasi Menyeluruh KMP Virgo Transport 8, Hak Keluarga Korban Terpenuhi

Daerah

Dukung Pemusnahan Barang Ilegal, Korem 102/Pjg: Perkuat Sinergi Pengawasan di Kotim

Kalteng

Polri Hadir! Polda Kalteng Siapkan Rumah Oksigen Gratis untuk Masyarakat Terdampak Kabut Asap

Kebakaran

Bermula dari Lahan Gambut, Api Membakar Rumah Kayu di Mahir Mahar Km 7,5

Daerah

Sumur Bor Disiapkan di Lokasi Rawan Api, Strategi Pemadaman Karhutla di Palangka Raya

Tinggalkan Komentar