PALANGKA RAYA, Kabarkalteng.net – Suasana dini hari di kawasan Jalan G. Obos Induk, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), mendadak berubah mencekam. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap sebuah gudang milik PT Intiboga Mandiri, distributor Indomie, Jumat (11/9/2026).
Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan melalui Call Center 112 sekitar pukul 00.44 WIB. Lokasi gudang berada di Jalan G. Obos Induk No.68, tepat di samping Bank BRI Unit G. Obos atau akses masuk Jalan Talenta, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya bergerak cepat. Respons petugas tercatat hanya sekitar 4 menit.
Piket Regu 1 dan Regu 2 Mako Damkar Bidang Pemadaman bersama Piket Regu 1 Rescue Damkar Bidang Penyelamatan langsung diterjunkan menuju lokasi.
Tak tanggung-tanggung, 5 armada dikerahkan untuk menghadapi kobaran api yang cukup besar. Armada tersebut terdiri dari Hino Ayaxx berkapasitas 6.000 liter, Hino Ziegler 5.000 liter, Hino Ayaxx PS 190 10.000 liter, Pickup Fire Commando, serta Thannoz Rescue Jeep.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman Disdamkarmat Kota Palangka Raya, Alfrianto, yang akrab disapa Pak Engga, mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
“Untuk penyebab kebakaran saat ini masih akan diinvestigasi oleh Tim Inafis Kepolisian,” ujarnya.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan situasi. Besarnya kobaran api membuat proses penanganan tidak bisa dilakukan secara singkat.
Petugas berjibaku melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Proses pendinginan kemudian dibantu dan dilanjutkan oleh Regu 2 Mako Damkar Bidang Pemadaman.
Dalam penanganan tersebut, Disdamkarmat juga mendapat dukungan dari unsur TNI, Polri, BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah, serta Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).
Setelah berjibaku selama berjam-jam, penanganan akhirnya dinyatakan selesai sekitar pukul 08.00 WIB.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara total kerugian materi masih dalam pendataan. Malam yang semestinya tenang berubah menjadi operasi panjang. Di tengah kobaran api yang membesar, respons cepat melalui Call Center 112 menjadi pintu awal bagi petugas untuk bergerak memberikan pertolongan,“ pungkasnya.
(Fauji/R)





