SAMPIT, Kabarkalteng.net – Komandan Kodim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, mendampingi Kapok Sahli Kodam XII/Tambun Bungai Brigjen TNI Budi Utomo dalam kegiatan sosialisasi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kotim, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat dalam mencegah Karhutla di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Sosialisasi turut dihadiri Pabandya I/Renproggar Spaban I/Ren Setelad Mabesad, Danyon TP 923/Mentaya, Kasat Reskrim Polres Kotim, perwakilan Kesbangpol Kabupaten Kotim, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, serta warga Kabupaten Kotim.
Dalam paparannya, Kapok Sahli Kodam XII/TB Brigjen TNI Budi Utomo menegaskan, saat musim kemarau Karhutla sering terjadi akibat faktor alam. Namun belakangan ini, sebagian besar kebakaran disebabkan faktor non alam.
“Karhutla yang terjadi akhir-akhir ini disebabkan faktor non alam yaitu akibat perbuatan manusia itu sendiri, seperti membuka lahan dengan cara membakar,” ucapnya.
Ia merinci dampak Karhutla sangat luas dan merugikan. Selain mengganggu kesehatan akibat asap, Karhutla juga merusak ekologi dan lingkungan.
“Karhutla juga menimbulkan erosi akibat musnahnya hutan dan tanamannya. Meningkatkan potensi bencana alam lain seperti longsor, banjir hingga kekeringan. Hilangnya beberapa spesies akibat terbakarnya flora dan fauna endemik. Terjadinya pemanasan global akibat asap dan gas karbon dioksida yang dikeluarkan, serta menurunkan kemampuan hutan sebagai penyimpan karbon,” tuturnya.
Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan, menyampaikan bahwa pihaknya bersama TNI-Polri, instansi terkait, dan masyarakat telah melakukan upaya pencegahan, pemadaman, dan penanganan pasca Karhutla.
Selain itu juga mengefektifkan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana pembakaran hutan dan lahan.
“Kepada masyarakat kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok di hutan, tidak menebang pohon sembarangan, dan tidak membuang sampah sembarangan,” imbaunya.
Dandim menegaskan, penanganan Karhutla bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri dan pemerintah, akan tetapi tanggung jawab bersama.
“Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi bukan hanya tanggung jawab TNI-POLRI dan Pemerintah, melainkan tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga lingkungan kita agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” tegas Dandim.
Melalui sosialisasi ini, Kodim 1015/Sampit berharap masyarakat Kotim semakin sadar dan aktif menjadi garda terdepan dalam mencegah Karhutla, demi menjaga kesehatan, lingkungan, dan keberlangsungan hidup di Kalimantan Tengah. (Fauji)





