Sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah.
KALTENG, Kabarkalteng.net – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi diwilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) semakin meluas. Setiap hari tim gabungan selalu berjibaku dalam pemadaman diberbagai titik api, sehingga tim gabungan kewalahan dalam melakukan pemadaman.
Karhutla yang terjadi terus menerus menimbulkan asap sehingga mengganggu kesehatan masyarakat. Ditengah Kobaran api yang sulit dipadamkan, membuat tim gabungan dengan tenaga extra melakukan pemadaman.
Dalam laporannya, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib, menyampaikan bahwa sepanjang 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 tercatat 19.992 titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Tengah. Pada periode yang sama, sebanyak 1.639 kejadian karhutla dilaporkan dengan luas lahan yang telah ditangani mencapai 4.499,21 hektare.
“Data ini berdasarkan laporan harian dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah yang setiap hari kami himpun di Pusdalops Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah,” ujar Ahmad Toyib.
Sementara berdasarkan analisis satelit Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalimantan Tengah tercatat mencapai 7.634,46 hektare atau berada pada urutan kesembilan secara nasional. Sebanyak 13 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah juga telah menetapkan status siaga darurat bencana karhutla.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, Satgas Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah telah melibatkan sekitar 10.700 personel. Mereka berasal dari berbagai unsur, antara lain BPBD, Dinas Kehutanan, pemadam kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta berbagai potensi masyarakat lainnya.
Ahmad Toyib turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Dukungan tersebut, menurutnya, antara lain diberikan melalui supervisi langsung sejumlah kementerian dan lembaga hingga bantuan sarana dan prasarana untuk operasi pemadaman.
“Ucapan terima kasih yang tak terhingga kami sampaikan kepada Bapak Presiden yang melalui kementerian teknis juga telah memberikan supervisi penanggulangan karhutla kepada Provinsi Kalimantan Tengah, yakni dengan kunjungan Kepala BNPB, Bapak Menko Polkam, Bapak Menhut, dan Bapak Wamenko bidang Pangan yang sudah memberikan supervisi dan arahan kepada kami dalam pelaksanaan penanggulangan karhutla sampai dengan hari ini,” ungkapnya. (Rl)
Sumber : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.





