Home / Daerah / Peristiwa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Karhutla di Kotim Meluas, Bupati Halikinnor Menduga Sengaja Dibakar

Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau dibeberapa titik lokasi terjadinya karhutla.

Bupati Kotim Halikinnor saat meninjau dibeberapa titik lokasi terjadinya karhutla.

SAMPIT, kabarKalteng.net – Kebakaran hutan dan lahan, karhutla, di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotim, meluas dan menjadi perhatian serius. Pemerintah daerah telah menyatakan status tanggap darurat menyusul banyaknya titik api baru yang muncul akibat lahan kering dan tiupan angin kencang.

Dalam peninjauan ke beberapa titik karhutla, Bupati Kotim Halikinnor mengatakan tim gabungan mengalami kendala akibat keterbatasan sumber air.

“Ya, jadi memang ternyata titik api ini ada beberapa hari sudah kita padamkan, muncul lagi titik-titik api baru. Di sekitar kota ini saja sudah ada 12 titik,” kata Halikinnor, Jumat 22/08/2026.

Upaya pemadaman dilakukan pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan instansi vertikal lainnya. Seluruh OPD juga dikerahkan dengan mengirimkan 1 unit mobil tangki suplai air untuk mendukung armada pemadam.

“Sudah berjibaku siang sampai malam ini. Semua organisasi perangkat daerah ini kita kerahkan. Setiap OPD mengirimkan satu armadanya water supply tank untuk membantu menyuplai air terhadap pemadam. Jadi mobil pemadam ini tidak bergerak, dia hanya menembak ke titik api, tetapi dibantu oleh seluruh OPD yang ada,” jelasnya.

Bupati menyebut dirinya memantau langsung penanganan di lapangan setiap hari. Meski begitu, titik api terus bertambah karena angin cukup kuat dan ketersediaan air sangat terbatas.

“Karena panas ini, maka air ini kering. Embung-embung yang kita buat termasuk sumur-sumur itu kering,” ujarnya.

Halikinnor menduga sebagian titik api muncul karena kesengajaan. Ia menemukan pola api padam di satu titik, namun muncul lagi di titik lain yang berdekatan.

“Jangan-jangan ada yang memang sengaja membakar. Karena setelah padam, ternyata di sebelah itu muncul lagi api. Nah ini kan mungkin juga itu api dibawa oleh angin atau apa, kemungkinan itu ada. Tetapi juga indikasi itu ada kemungkinan disengaja,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat ikut memantau lingkungan masing-masing dan segera melapor ke aparat penegak hukum jika menemukan pelaku pembakaran.

“Saya minta bantuan masyarakat juga sambil memonitor lingkungan masing-masing. Kalau menemukan yang sengaja membakar, tolong dilaporkan ke aparat penegak hukum ya. Karena ini kita siang malam memadamkan ini, tapi api muncul terus dimana-mana,” pungkasnya.

Pemkab Kotim menjadikan keterbatasan air sebagai bahan evaluasi ke depan agar ketersediaan sumber air untuk pemadaman dapat diantisipasi lebih baik. (Fauji)

Ditulis oleh Editor Redaksi

Kabar Kalteng : Berita Terpercaya dan Akurat.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Peduli untuk Relawan, Polairud Polresta Banjarmasin Beri Santunan Korban Tenggelam

Daerah

Pria 26 Tahun Ditangkap Polisi, Diduga Simpan 38 Paket Sabu di Barak Pahandut

Narkoba

4,3 KG Sabu dan 1.494 Ekstasi Gagal Beridar, 48 Tersangka Ditangkap Polda Kalsel

Peristiwa

Helikopter Dauphin HR-3601 Evakuasi Satu Korban Selamat KM Virgo Transport 8

Kalteng

Bhayangkari Bersama Tim Psikolog Berikan Trauma Healing untuk Warga Terdampak Kabut Asap

Tinggalkan Komentar