Muhammad Yani memberikan apresiasi atas semangat belajar dan produktivitas para warga binaan pemasyarakatan.
SAMPIT, Kabarkalteng.net – Kegiatan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus menunjukkan hasil yang positif dan berdampak nyata. Di area barbershop yang berada di dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), suasana produktif nampak dari terampilnya para WBP dalam merapikan dan menata rambut sesama warga binaan maupun petugas.
Fasilitas ini menjadi wadah konkret bagi mereka untuk menyalurkan minat serta mengasah keterampilan di bidang tata rambut secara profesional, Kamis (03/09/2026).
Kehadiran barbershop ini bukan sekadar pemenuh kebutuhan kerapian diri di dalam Lapas, melainkan wujud nyata pengakuan atas potensi dan keahlian yang dimiliki oleh para WBP. Dengan peralatan yang memadai serta bimbingan yang terarah, warga binaan yang memiliki bakat mencukur dapat terus melatih presisi, mengikuti tren gaya rambut masa kini, dan menjaga ritme kerja yang disiplin layaknya kapster di luar tembok penjara.
Aktivitas produktif ini juga menjadi sarana pembentukan mental dan karakter yang berharga. Melalui interaksi harian saat melayani pelanggan, para WBP belajar tentang pentingnya komunikasi yang ramah, ketelitian, dan rasa tanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan.
Menanggapi keberlangsungan program ini, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, memberikan apresiasi atas semangat belajar dan produktivitas para warga binaan di bidang jasa tersebut.
“Keahlian mencukur yang terus diasah di dalam Lapas ini adalah modal berharga bagi mereka. Kami ingin memastikan saat bebas nanti, WBP memiliki keterampilan siap pakai yang bisa menjadi sumber penghidupan yang halal dan membanggakan,” ujar Kalapas.
Pengalaman ini memberikan rasa percaya diri baru bahwa keterbatasan tempat tidak memadamkan semangat mereka untuk tetap berkarya dan berdaya guna. (Fauji)





