Kapolda Kalimantan Tengah saat melakukan pemadaman.
PALANGKA RAYA, Kabarkalteng.net – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi dibeberapa titik diwilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi perhatian serius dari Polda Kalteng, sehingga mengakibatkan asap yang menggangu kesehatan masyarakat.
Dalam menanggapi peristiwa Karhutla ini, Kapolda Kalteng, Irjen Iwan, menyampaikan bahwa dalam rangka memperkuat pemadaman Karhutla, Polda Kalteng saat ini sudah menggelar Operasi Aman Nusa II.
Operasi ini memprioritaskan 5 wilayah rawan, yaitu Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.
“Sementara untuk total luas lahan terbakar mencapai 32,5 hektare. Dari luas tersebut, 26,4 hektare sudah berhasil dipadamkan dan saat ini masih dalam tahap pendinginan. Untuk pemadaman, dikerahkan 122 personel gabungan yang terdiri dari TNI 10 personel, Polri 80 personel, Manggala Agni 9 personel, BPBD 8 personel, dan Masyarakat Peduli Api 15 personel,“ jelas Kapolda, Minggu (23/8/2026).
Irjen Iwan juga menerangkan, untuk memaksimalkan pemadaman Karhutla saat ini, ada delapan unit ranmor Karhutla, 10 unit alkon, dan dua unit flexible tank yang disiagakan di titik-titik api.
“Terkait kendala air, Kami telah mengatasinya dengan membuat sumur-sumur bor. Presiden RI juga telah menyiapkan bantuan hampir 1.000 unit peralatan sumur bor beserta alkon. Dari hasil uji coba di Palangka Raya dan Pulang Pisau, kedalaman 10 sampai 20 meter air sudah keluar dan bisa dipergunakan. Air dari sumur bor kita estafetkan ke flexible tank, lalu disalurkan ke lokasi dengan selang,“ tambahnya.
Kapolda juga menjajal kendaraan ATV untuk menjangkau lokasi gambut yang sulit dilalui mobil. Selain itu, jajaran juga menyiapkan motor roda dua yang dimodifikasi untuk membawa alkon, selang dan nozzle.
“Kendaraan roda empat di daerah gambut lebih efektif karena tumpuannya tidak terlalu berat. Tadi sudah saya coba dan cukup efektif untuk masuk daerah-daerah sulit,“ ucapnya.
Kapolda menyebut, berkat upaya pencegahan sejak awal musim kemarau melalui sosialisasi, patroli, dan pengecekan kanal serta embung, luas lahan terbakar di Kalteng tahun ini turun signifikan.
“Kalau kita lihat data, 2015 terbakar 500.000 hektare lebih. 2019 hampir 185.000 hektare. 2023 hampir 200.000 hektare. Saat ini dengan perjuangan kita, luasnya sekitar 7.000-an hektare yang sudah kita lakukan pemadaman,“ pungkasnya. (Fauji/R)





