SAMPIT, Kabarkalteng.net – Perkumpulan pedagang lingkungan Pasar Pusat Pembelanjan Mentaya (PPM) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW Tahun 1448 Hijriah / 2026 Masehi.
Kegiatan digelar di Ruang Tengah Pasar PPM, Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB hingga selesai . Dalam kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga Sampit dari jamaah laki-laki dan perempuan sehingga padati ruang tengah pasar hingga luar ruangan.
Kegiatan maulid yang digelar hampir mayoritas umat Islam merayakan ini merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini merupakan bentuk kecintaan, penghormatan, dan rasa syukur umat Islam atas kelahiran sang Rasul.
Dalam susunan kegiatan tersebut, diantaranya membacakan kitab maulid Simtudduror, Tartibul Fatihah (pembacaan tawasul), pembacaan ayat suci Alquran, sambutan-sambutan, ceramah agama, dan doa penutup.
Ketua panitia penyelenggara, Ustadz Mustofa, menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada para jamaah yang hadir sudah berkenan meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan maulid di pasar PPM Sampit.
“Dalam kegiatan ini sangat luar biasa, karena tamu-tamu undangan yang memadati lokasi pasar dipenuhi oleh para tamu-tamu Allah. Semoga perkumpulan ini dirahmati, diberkahi, dan dikabulkan oleh Allah segala hajat baik. Mengucapkan ribuan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia yang membantu kegiatan ini,“ kata Ustadz Mustofa.
Ia juga mengatakan terimakasih kepada yang membantu baik dari tenaga, pikiran dan dana sehingga acara maulid bisa terlaksana dengan baik.
“Kebaikan-kebaikan para donatur dan panitia yang sudah membantu, saya doakan kebaikan semuanya diterima Allah. Dari hati yang paling dalam, saya mewakili para seluruh panitia mengucapkan mohon maaf dan ridho, apabila dalam pelayanan dan acara ini ada kekurangan,“ jelasnya.
Ustadz Mustofa menyampaikan bahwa pengorbanan seluruh jamaah dan panitia akan dibalas dengan pandangan kasih sayang dan syafaat Rasulullah. Ia juga menyampaikan maaf kepada para seluruh tamu undangan apabila dalam kegiatan tersebut terdapat ke khilafan.
Dalam penyampaian tausiyah DR. KH. Muhammad Kurnain Al Banjari dari Kalimantan Selatan (Kalsel) menceritakan tentang kemuliaan Rasulullah dan juriatnya, serta kisah perjalanan tentang Guru Muhammad Zaini atau yang sering disapa Abah Guru Sekumpul.
Dalam tausiyahnya juga diiringi dengan lantunan sholawat yang dibacakan grub maulid serta diiringi seluruh jamaah laki-laki dan perempuan dengan serentak bersholawat. (Fauji)





