SAMPIT, Kabarkalteng – Warga Binaan Pemasyarakatan, WBP, di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit terus menunjukkan produktivitasnya. Melalui program pembinaan kemandirian, mereka aktif dalam kegiatan budidaya ternak ayam sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan di lingkungan Lapas, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan sumber pangan, tetapi juga menjadi sarana bagi WBP untuk memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal setelah bebas nanti.
Di bawah pendampingan petugas, WBP terlibat langsung dalam seluruh proses pemeliharaan ternak. Mulai dari pemberian pakan dan minum, menjaga kebersihan kandang, hingga memantau kenyamanan lingkungan ternak dilakukan secara rutin dan penuh tanggung jawab.
Selain keterampilan teknis beternak, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai positif. Kedisiplinan, ketelitian, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab menjadi fokus utama dalam pembinaan.
Perhatian terhadap kualitas ternak menjadi prioritas. WBP diarahkan untuk rutin membersihkan kandang, memantau kesehatan ayam, serta melakukan pencatatan pertumbuhan secara berkala.
Langkah ini dilakukan agar produktivitas peternakan tetap terjaga dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di lingkungan Lapas.
Dengan demikian, WBP tidak hanya belajar cara beternak, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kualitas hasil ternak sebagai bagian dari rantai ketahanan pangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa program peternakan ayam merupakan bagian penting dari pembinaan WBP.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang menghasilkan ternak, tetapi juga memberikan keterampilan dan membangun rasa tanggung jawab bagi WBP. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal positif dan bermanfaat bagi mereka setelah kembali ke masyarakat,“ kata Kalapas.
Ia menambahkan, program kemandirian seperti ini diharapkan mampu mengubah pola pikir WBP menjadi lebih produktif, mandiri, dan siap berkontribusi saat kembali ke tengah masyarakat.
Dengan adanya budidaya ternak ayam ini, Lapas Sampit berharap dapat terus mencetak WBP yang terampil, sekaligus ikut serta menjaga ketersediaan pangan secara mandiri di lingkungan pemasyarakatan. (Fauji)





