SAMPIT, Kabarkalteng.net – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kian meluas. Dampaknya, asap tebal mulai menyelimuti Kota Sampit sejak beberapa hari terakhir dan menyebabkan gangguan kesehatan pada warga.
Abu sisa kebakaran bahkan terlihat beterbangan terbawa angin hingga ke permukiman.
Berdasarkan pantauan awak media Kabarkalteng.net di lapangan, kabut asap mulai terasa dan bau asap menyengat tercium hingga ke pusat kota. Kondisi ini diperparah dengan angin yang membawa abu sisa pembakaran dari titik karhutla di hutan dan lahan sekitar Sampit.
Warga Baamang Hilir, Halim, 32, mengaku merasakan dampak langsung dari kabut asap tersebut. “Beberapa hari ini Kota Sampit sudah mulai terasa ada asap. Sampai mengganggu kesehatan warga. Kasian anak kecil,“ kata Halim kepada Kabarkalteng.net, Rabu (19/8/2026).
Ia juga menceritakan sempat melihat abu sisa kebakaran yang melayang-layang. “Saya lihat abunya seperti dari hutan, dari lahan, terbawa angin sampai ke sini,“ ujarnya.
Beberapa warga mulai menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Warga berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan api dan membersihkan udara.
“Semoga peristiwa karhutla yang terjadi diwilayah Kotawaringin Timur segara teratasi, agar aktivitas warga tidak terganggu,“ harap Halim.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hingga saat ini upaya pemadaman masih terus dilakukan. Pemkab Kotim memastikan akan terus memantau perkembangan karhutla dan kualitas udara di Sampit. (Fauji)





