Meriahkan HUT Republik Indonesia ke-81 di Karau Kuala.
BUNTOK, Kabarkalteng.net – Pawai Pembangunan di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, bukan sekadar parade yang menyusuri ruas jalan, Selasa (18/8/2016). Di balik kemeriahan yang dihadirkan, terselip pesan tentang bagaimana semangat kemerdekaan terus dirawat dan diterjemahkan menjadi energi untuk membangun daerah.
Camat Karau Kuala, Adriansyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pawai pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut penting untuk merefleksikan kembali nilai patriotisme, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan yang telah meletakkan fondasi bagi kemerdekaan bangsa.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Pawai Pembangunan di Kecamatan Karau Kuala berjalan dengan baik. Semangat ini harus terus menjadi refleksi atas nilai patriotisme, perjuangan, dan pengorbanan para pahlawan,” ujar Adriansyah.
Ia menegaskan, kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. Semangat perjuangan para pendahulu bangsa perlu diteruskan melalui kerja nyata, terutama oleh generasi muda sebagai penerus estafet pembangunan.
Bagi generasi muda, mengisi kemerdekaan bukan lagi dilakukan dengan mengangkat senjata di medan perang, melainkan melalui pendidikan, prestasi, kreativitas, pengabdian, serta kontribusi positif sesuai bidang dan profesi masing-masing.
Karena itu, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam Pawai Pembangunan dinilai menjadi gambaran bahwa semangat kebangsaan masih memiliki ruang yang kuat di tengah kehidupan masyarakat.
Adriansyah secara khusus menyampaikan terima kasih kepada para siswa dan siswi PAUD/TK, SD, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA, para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh masyarakat yang turut berpartisipasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurutnya, partisipasi tersebut bukan hanya memperkuat kemeriahan kegiatan, tetapi juga menunjukkan adanya kebersamaan dalam merawat nilai-nilai kebangsaan sekaligus membangun kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.
“Terima kasih kepada seluruh siswa dan siswi, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, baik secara langsung maupun tidak langsung,” katanya.
Lebih jauh, ia mengajak masyarakat Karau Kuala untuk tidak membiarkan semangat kepahlawanan berhenti setelah pawai berakhir. Nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap Tanah Air, kata dia, harus terus digelorakan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai bidang dan profesi. Guru mengabdi melalui pendidikan, pelajar melalui prestasi, aparatur melalui pelayanan publik, pelaku usaha melalui penguatan ekonomi masyarakat, dan seluruh warga melalui kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
Pada titik itulah, Pawai Pembangunan menemukan maknanya yang lebih dalam, yaitu kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menentukan arah masa depan.
Adriansyah berharap semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut terus tumbuh menjadi kekuatan sosial untuk mendorong pembangunan Kecamatan Karau Kuala yang lebih maju, sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Terus gelorakan semangat kepahlawanan di semua bidang dan profesi sebagai warga negara yang mencintai Tanah Air, bangsa, dan Negara Republik Indonesia, serta merindukan kemakmuran yang berkeadilan,” pungkasnya.
Pesan itu menjadi penanda bahwa di tengah warna-warni pawai dan gegap gempita perayaan kemerdekaan, ada tanggung jawab yang jauh lebih besar, yakni memastikan api perjuangan para pahlawan tetap menyala dalam bentuk kerja, pengabdian, persatuan, dan keberanian untuk membangun masa depan yang lebih berkeadilan. (Fauji/Bc)





