Foto: Saat Muhammad Saleh Suaidi penyerahan berkas menjadi calon Damang Kepala Adat Mentawa Baru (MB) Ketapang.
SAMPIT, Kabarkalteng.net – Keseriusan untuk memimpin dan mengabdi kepada masyarakat adat ditunjukkan oleh Muhammad Saleh Suaidi. Pria yang akrab disapa Saleh tersebut secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Calon Damang Kepala Adat MB Ketapang Sampit, Rabu (07/10/2026).
Penyerahan berkas dilakukan di Kantor Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sekitar pukul 11.05 WIB. Proses verifikasi berkas berlangsung tertib dan lancar.
Usai menyerahkan berkas, Saleh menegaskan kesiapannya untuk memimpin sebagai Damang Kepala Adat MB Ketapang. Ia mengaku termotivasi untuk menjaga dan melestarikan adat istiadat Dayak serta menjadi jembatan penyelesaian sengketa adat secara adil dan bermartabat.
“Saya siap memimpin dan mengabdi. Jika diberikan amanah sebagai Damang Kepala Adat Mentawa Baru Ketapang, saya akan menjunjung tinggi hukum adat, menjaga kerukunan antar suku dan agama, serta memperkuat peran kelembagaan adat di Kotawaringin Timur,” ujar Saleh.
Ia menambahkan, peran Damang Kepala Adat tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral untuk menjaga marwah adat Dayak di tengah perkembangan zaman yang serba modern.
Bekal pengalaman organisasi menjadi modal kuat bagi Saleh. Ia tercatat pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, di antaranya sebagai Propos Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kotim, Ketua Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Kotim, Hankam Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim, dan Wakil Ketua Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah (LMMDKT).
“Apabila saya terpilih sebagai Damang Kepala Adat Mentawa Baru Ketapang, saya akan menjaga, melestarikan budaya dan kesenian, mewujudkan kedamangan yang berwibawa, adil, transparan berbasis hukum adat serta menjunjung kearifan lokal,” jelasnya.
Adapun misi yang diusung Saleh apabila terpilih sebagai Damang Kepala Adat MB Ketapang, yakni:
1. Menerapkan sistem persidangan yang terbuka, terjadwal dan tercatat.
2. Menegakkan hukum adat yang adil.
3. Melestarikan seni dan budaya.
4. Mendorong kemitraan adil dengan perusahaan dan tenaga kerja lokal.
5. Bekerjasama dengan Kades, BPD, LPMK, DAD, Pemerintah serta Lurah.
6. Menolak judi, narkoba dan konflik antar warga.
“Saya minta doa kepada keluarga dan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur kegiatan pemilihan nantinya berjalan aman dan lancar,” pungkasnya. (Fauji)





